Peradaban Suku Maya

| Sabtu, 16 Maret 2013

Peradaban Suku Maya- Peradaban Maya adalah sebuah peradaban yang muncul di Mesoamerika, terkenal akan aksara tertulisnya yang berasal dari masa Pra-Columbus, juga terkenal akan kebudayaannya yang spektakuler, arsitektur, serta sistem matematika dan astronominya yang unik. Peradaban Maya bermula pada periode Pra-klasik, yang berkembang pada Periode Klasik (sekitar 250 M sampai 900 M), dan berlanjut sampai periode Pos-Klasik sampai kedatangan bangsa Spanyol di Yucatan. Pada zaman keemasannya, negeri Maya adalah salah satu negeri terpadat dan berbudaya paling dinamis di dunia.
Sejarah Peradaban Suku Maya Kuno
Peradaban Maya memiliki banyak kesamaan dengan peradaban Mesoamerika yang lain disebabkan tingginya interaksi dan difusi budaya yang terjadi pada wilayah tersebut. Produk budaya seperti tulisan, epigrafi, dan kalender tidak sendirinya dihasilkan Maya; namun kebudayaan mereka sungguh tinggi. Pengaruh Maya dapat ditemukan sejauh Mexico Tengah, lebih dari 1000 kilometer dari pusat negeri Maya. Peradaban di luar Maya juga memengaruhi peradaban Maya, dimana ditemukan di seni tradisional Maya dan arsitekturnya. Pengaruh ini didapat dari hasil pertukaran budaya serta perdagangan tanpa adanya penundukan eksternal.

Bangsa Maya tidak punah, baik dari zaman setelah berakhirnya Periode Klasik ataupun dengan kedatangan penjelajah bangsa Spanyol conquistadores dan kolonisasi Spanyol yang berturut-turut. Saat ini, Maya dan keturunannya membentuk populasi yang masih mempertahankan tradisi dan kepercayaan, dengan hasil akulturasi dan ideologi Katolik Roma yang diadaptasi sejak zaman pra-Columbus dan masa pos-pendudukan. Bahasa Maya tetap menjadi bahasa utama mereka saat ini. Salah satu bentuk budaya mereka, Rabinal Achí, yaitu sebuah drama tradisional, dimasukkan ke dalam daftar Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia oleh UNESCO pada tahun 2005.

PERIODE SUKU MAYA

Dalam sebuah artikel sejarah yang dimuat History, bahwa suku Maya tinggal kuno terpisah di tiga sub-daerah dengan perbedaan lingkungan dan budaya berbeda. Yang paling terkenal adalah suku Maya dari selatan dataran rendah yang mencapai puncaknya selama Periode Klasik peradaban Maya (AD 250-900). Mereka membangun kota-kota dengan batu besar dan monumen.
Kuil jaguar maya, kota maya, suku maya

Suku Maya kuno paling awal sekitar 1800 SM (Periode Preclassic atau Formatif). Mereka bertani, menanam tanaman seperti jagung, kacang, labu dan singkong. Selama Masa Praclassic Tengah (berlangsung sampai sekitar 300 SM), petani suku Maya mulai memperluas wilayah mereka baik di daerah dataran tinggi dan dataran rendah. Periode Praclassic Tengah memunculkan peradaban Mesoamerika pertama utama, yaitu Olmecs. Suku Maya memiliki agama dan budaya, sistem jumlah dan kalender yang terkenal dari Olmec. Selain pertanian, Maya Praclassic lebih maju dengan membangun piramida, konstruksi kota dan inscribing monumen batu.

Periode Classic dimulai sekitar tahun 250, dimana saat itu merupakan masa keemasan Kerajaan Maya. Peradaban Maya tumbuh menjadi sekitar 40 kota, termasuk Tikal, Uaxactún, Copán, Bonampak, Dos pilas, Calakmul, Palenque dan Río Bec. Setiap kota memiliki populasi antara 5.000 hingga 50.000 orang. Atau bisa diprediksikan bahwa penduduk Maya mungkin telah mencapai 2 juta jiwa.

Penggalian situs suku Maya kuno telah berhasil menemukan plaza, istana, kuil dan piramida, serta pengadilan. Kota-kota Maya dikelilingi dan didukung oleh populasi besar petani. Meskipun suku Maya menggunakan tipe primitif pertanian, tetapi pada saat itu metode pertanian mereka bisa dikatakan maju (seperti irigasi dan terasering).
Kepercayaan Suku Maya

Suku Maya adalah sangat religius, dan menyembah berbagai dewa yang berhubungan dengan alam, termasuk dewa matahari, bulan, hujan, dan jagung. Menganggap Raja sebagai “Kuhul ajaw” (Raja suci) yang mengaku berhubungan dengan dewa dan mengikuti suksesi secara turun temurun. Mereka diduga menjadi mediator antara para dewa dan manusia di bumi, dan melakukan upacara keagamaan dan ritual.

Artikel yang dimuat History juga menyebutkan bahwa suku Maya kuno membangun banyak kuil dan istana dalam bentuk piramida, dekorasi dengan relief prasasti yang rumit. Suku Maya dianggap sebagai seniman besar Mesoamerika yang juga membuat kemajuan signifikan dalam matematika dan astronomi, termasuk penggunaan nol dan pengembangan sistem kalender kompleks berdasarkan 365 hari. Peneliti menyimpulkan bahwa Maya adalah masyarakat yang damai dan ahli Taurat melalui bukti-bukti yang menyeluruh dari karya seni dan tulisan suci di dinding, hingga bukti peperangan antara saingan suku Maya, penyiksaan dan korban manusia untuk ritual keagamaan mereka.
    Eksplorasi situs suku Maya kuno dimulai pada 1830-an, pada awal hingga pertengahan abad 20, sebagian kecil dari sistem mereka diperoleh melalui dari tulisan-tulisan rahasia yang telah diuraikan. Suku Maya juga membuat kertas dari kulit pohon dan menulisnya kedalam buku yang terbuat dari kertas yang dikenal sebagai naskah kuno.
Salah satu hal menarik banyak tentang suku Maya kuno adalah kemampuan mereka untuk membangun sebuah peradaban besar di iklim hutan hujan tropis. Secara tradisional masyarakat kuno berkembang di iklim kering di mana manajemen terpusat dari sumber daya air. Di dataran rendah suku Maya selatan ada beberapa sungai yang bisa dilalui kapal untuk perdagangan dan transportasi serta untuk sistem irigasi.

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲