Kantong Semar

| Kamis, 14 Maret 2013

Kantong Semar: Tumbuhan Pemakan Daging

Kantong semar (Nepenthes sp.) adalah satu dari enam genera tumbuhan pemakan daging (karnivora) yang masuk ke dalam familia Nepenthaceae yang tumbuh di Indonesia dan beberapa negara lain. Gerena lain dalam familia ini adalah Dionaea yang dijumpai di Amerika Serikat khususnya di negara bagian Carolina. Di seluruh dunia terdapat 70 spesies Nepenthes, 40% di antaranya di pulau Kalimantan dan hanya 10% yang tumbuh di luar negara Asean. Kantong semar (pitcher plants), di Malaysia sering disebut periuk kera (monkey pots), sebutan ini paling tepat di tujukan kepada Nepenthes ampullaria karena bentuknya memang seperti periuk.

Kantong semar bukan bunga, bukan pula buah melainkan daun yang mengalami modifikasi. Tumbuhan ini umumnya hidup di tanah tandus, meskipun beberapa jenis juga hidup di tanah subur, bahkan ada juga yang hidup di tanah yang mengandung belerang (solfatra). Selain di tanah tandus, tumbuhan ini biasanya hidup di tanah masam, dan miskin nitrogen. Serangga dan binatang lain yang dijeratnya memberi tumbuhan ini nitrogen yang diperlukannya. Kantong semar adalah tumbuhan independent, hidup di tanah, memanjat rendah atau menjulur bebas.


Distribusi
Di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser diketahui setidaknya terdapat 6 jenis kantong semar, yaitu Nepenthes ampullaria, Nepenthes tobaica, Nepenthes densiflora, Nepenthes gymnamphora, Nepenthes gracillima dan Nepenthes sp.

Nepenthes ampullaria merupakan jenis yang paling sering dijumpai di daerah dan rawa-rawa di bawah ketinggian 100 meter di atas permukaan laut. Nepenthes tobaica merupakan spesies endemik yang sering di jumpai di daerah Gunung Kemiri pada ketinggian 2600 – 3000 m.d.p.l. sedangkan di daerah Gunung Bendahara tumbuhan ini dijumpai pada ketinggian 2000 – 2400 m.d.p.l. dan Di Gunung Mamas, tumbuhan ini dijumpai pada ketinggian 1500 – 2000 m.dpl. Jenis Nepenthes gracillima banyak dijumpai di pegunungan Bukit Barisan terutama di daerah Dairi, di tanah berbatuan yang tandus di antara pakis , rumput dan ilalang. Nepenthes ampullaria dan Nepenthes albo-marginta juga dijumpai di dekat pantai.

Karakteristik
Kantong semar merupakan tumbuhan pemanjat atau menjalar. Daunnya berbentuk antara oval dan lanset, tunggal tidak bergerigi dan panjang tangkai berkisar antara 5 – 10 cm. Bagian ujung daun (apex) mengalami pemanjangan, mula-mula bagaikan bangunan seperti cacing atau cambuk (disebut tendril) sepanjang antara 15 sampai 30 centimeter, bergantung pada jenisnya. Tendril ini berfungsi untuk memegang ranting dimana ia memanjat, selanjutnya tendril ini menggelembung membentuk kantong dengan tudung menyerupai tutup sebuah periuk.

Bentuk dari kantong pada tumbuhan kantong semar sangat bergantung dari jenisnya. Pada Nepenthes. ampullaria kantong (pitcher)-nya berbentuj seperti periuk dengan panjang sekitar 10 cm dan garis tengah mulut kurang lebih 8 cm., sedangkan pada Nepenthes gracillima lebih menyerupai tabung atau terompet dengan panjang sekitar 20 cm dan garis tengah mulut ± 8 cm. Karena relatif berat bagi penyanggnya, umumnya ujung daun (kantong/ pitcher) ini menjuntai sampai tanah. Pada bagian luar kantong semar terdapat dua baris bangunan seperti duri (gerigi) vertikal. Sampai saat ini penulis belum dapat memahami apa fungsi dari bangunan bergerigi ini. Bibir dari mulut kantong, biasanya warnanya cukup mencolok. Meskipun bentuk dan ukuran tudung atau tutup kantong sangat bergantung pada jenisnya, tetapi akan selalu lebih kecil dari pada ukuran mulut kantong.

Tumbuhan ini memproduksi beberapa kelenjar nektar berada di bawah tutup dan di dalam mulut kantong diproduksi. Kelenjar ini berfungsi untuk menarik perhatian serangga atau binatang lain untuk mendekati tumbuhan ini yang selanjutnya akan dia ‘makan’. Pada dinding dalam kantong terdapat sejumlah bulu, penulis menduga bulu-bulu ini berfungsi sebagai alat peraba/ sensor. Sekali serangga (dan atau binantang lain) hinggap di bibir mulut kantong yang atraktif tersebut, pasti akan tergelincir ke dalam kantong, terbenam ke dalam mangkuk bercairan kental dan lengket, dan dia tidak akan bisa keluar dalam keadaan hidup-hidup. Kemudian di dalam kantong itu juga, tumbuhan ini mencerna binatang tersebut. Kita dapat menemukan bahwa sejumlah besar kerangka serangga dan binatang lain dijumpai pada kantong, ini dapat membuktikan betapa efektifnya perangkap tersebut.

Dari pengamatan yang pernah penulis lakukan dan ditambah dari beberapa ereferensi, setidaknya ada 68 jenis binatang dapat terperangkap di dalam kantong, ternasuk laba-laba besar dan kepiting. Ken Rubeli melaporkan, pada beberapa jenis Nepenthes juga dijumpai kerangka binatang berukuran lebih besar, seperti katak, burung bahkan tikus. Walaupun begitu, menurut Rubeli juga, air pada kantong semar tersebut masih aman untuk dikonsumsi manusia.***


Referensi:
  • POLUNIN, I. 1988. Plants and Flowers of Malaysia. Tien Wah Press, Singapore.
  • RUBELI, K. 1986. Tropical Rain Forest in South-East Asia: a Pictorial Journey.
    Tropical Press SDN-BHD, Kuala Lumpur.
  • De WILDE. W.J.J.O. and DUYFJES, B.E.E. 1996. Vegetations, Floristics and Plants Biogeography in Gunung Leuser National Park. in: Leuser a Sumatran Sanctuary (van Schaik C.P and Supriyatna, J. eds.) Y.B.S.H.I. Depok.

0 komentar:

Poskan Komentar

Next Prev
▲Top▲