Taman Bunga di Tiga Negara

| Minggu, 17 Maret 2013




Seperti apa surga yang di penuhi bunga berwarna-warni memanjakan mata, dan harumnya semerbak menentramkan hati. Setidaknya, bayangan surga yang penuh bunga ini bisa anda temui di beberapa tempat ini, meski tidak sesempurna yang Anda impikan. Dubai, Belanda dan Jepang, adalah tiga negara yang mendesain taman bunga bak di kahyangan.

Surga ini tidak ada bidadari dengan paras cantik. Surga ini juga tidak mempunyai lantunan musik merdu, kecuali anda membawa mp3 player sendiri. Surga ini hanya menawarkan pemandangan dengan hamparan bunga di sekelilingnya, yang indah dan menakjubkan.

Dubai Miracle Garden
Adalah taman bunga bernama Dubai Miracle Garden, telah menjadi proyek masif terbaru di kota terpadat di Uni Emirat Arab (UEA), karena diklaim sebagai taman bunga terbesar di dunia. Dubai Miracle Garden memiliki luas 72 ribu meter persegi, berlokasi di Dubailand. Taman ini memiliki lebih dari 45 juta bunga.

Pemilihan nama Miracle Garden juga dinilai sangat tepat, mengingat taman ini dibangun di atas tanah padang pasir. Perusahaan di balik pembangunan Miracle Gardens, Akar, mengatakan pihaknya ingin menunjukkan gurun pasir bisa dihijaukan melalui penggunaan kembali air limbah melalui irigasi. Perusahaan yang berbasis di UEA ini juga menanam pohon di sekitar Dubai.

Meskipun kebun ini sekarang terbuka untuk pengunjung, daya tariknya memang belum lengkap. Gerai tempat perbelanjaan, restoran, dan pembibitan tanaman akan ditambahkan dalam tahap pengembangan kedua yang akan dimulai pertengahan 2013.

Taman bunga yang terletak di kota Al Barsha Selatan, dibuka setiap hari, mulai pukul 09:00-21:00 waktu setempat, pada Oktober hingga akhir Mei. Untuk menikmati koleksi bunga, dikenakan tiket masuk seharga 20 AED (5,50 dollar AS) per orang, sementara anak-anak di bawah usia tiga tahun tidak dikenakan biaya alias gratis. Pengunjung bebnar-benar akan disuguhi oleh pemandangan yang fantastis dan menakjubkan atas berbagai model dan bentuk yang dirangkai pada taman bunga tersebut.

Namun, taman ini akan ditutup selama musim panas di Dubai yang biasanya bersuhu rata-rata 40 derajat celsius atau sekitar Juni sampai September. Karena, pada suhu itu kurang kondusif bagi bunga untuk berkembang dengan maksimal.

Taman Bunga Tulip
Selanjutnya yang tak kalahmenakjubkan adalah taman bunga tulip di Bel;anda. Bunga tulip telah menjadi simbol Belanda yang banyak dicintai. Banyak wisatawan yang datang ke negeri ini hanya untuk melihat bunga-bunga berwarna cerah, dan pemandangan yang menakjubkan taman bunga tulip. Salah satu kota di Belanda yang terkenal dengan keindahan bunga tulip adalah Anna Paulowna. Terletak di bagian Belanda sebelah Utara, Anna Paulowna merupakan kota dengan taman-taman bunga yang indah.

Mekarnya bunga-bunga di Belanda dimulai pada bulan Maret dengan bunga Crocus diikuti dengan bunga Narsis/Dafodil (Narcissus). Pada musim semi di bulan April hingga pertengahan Mei, mekarlah bunga-bunga Tulip dan Hyacinths dengan warna-warna cerah yang membuat pemandangan di kota penuh warna. Pada bulan Agustus saatnya untuk menikmati bunga Gladioli.
Belanda merupakan taman bunga sepanjang tahun, bahkan ketika musim semi telah berakhir. Wisatawan yang datang ke taman-taman bunga di Anna Paulowna akan selalu dapat melihat keindahan bunga-bunga khas negeri kincir angin ini.

Pada abad ke 20, bunga telah menjadi komoditas dan industri di Belanda yang terus mengalami perkembangan. Seiring dengan perkembangan tersebut, banyak bermunculan pusat perdagangan bunga, koperasi petani, dan balai lelang di kota-kota penghasil bunga Belanda. Saat ini Belanda merupakan produsen bunga dalam jumlah besar. Belanda merupakan pemasok bunga lebih dari seratus negara di seluruh dunia.

Berwisata ke Belanda selama musim semi tanpa melihat bunga tulip dan daffodil adalah kesalahan besar. Pada masa bermekarannya, bunga tulip akan dipanen dan dikirim ke penjuru dunia. Perkebunan bunga di Belanda akan berwarna pelangi pada saat bunga ini bermekaran. Biasanya ini terjadi selama bulan April sampai dengan September, pasti anda akan menemukan hamparan bunga tulip yang indah di kitaran bulan itu.

Kunjungi Alkmaar di bagian Utara Belanda, dimana selain anada akan berwisata bunga juga disuguhi sejarah kota dan mencoba keju gratis hasil ladang mereka. Selain itu, tujuan wisata bunga yang lainnya adalah kota Keukenhoff yang terkenal sebagai perkebunan bunga terbesar.
Ada juga surga Taman Keukenhof. Taman ini merupakan taman bunga yang pernah disebut-sebut juga tebesar di dunia, dan sering disebut “The Garden of Europe”. Taman ini terletak di Lisse, Belanda, tepatnya di Holland Selatan di antara kota Hillegom dan Lisse yang berada di daerah Duin en Bollenstreek.

Taman  Keukenhof merupakan salah satu taman yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan asing dan domestik. Taman ini dibuat pada tahun 1949 oleh calon walikota Lisse, pembuatan taman ini untuk memperkenalkan pameran bunga dari penjuru Belanda dan Eropa sebagai eksportir bunga terbesar di dunia.

Beberapa fakta tentang  taman Keukenhof diantaranya adalah merupakan taman yang unik dan terkenal di seluruh dunia. Mempunyai luas 32 hektare dan 4,5 juta bunga tulip dari 100 varietas, tempat yang paling banyak dijadikan objek foto di dunia. Selain itu mempunyai 15 km jalan setapak, 7 juta jenis bunga yang ditanam dengan menggunakan tangan, dan mempunyai lebih dari 2.500 pohon dengan 87 varietas.

Bunga Sakura Jepang
Sementara di Asia memiliki Jepang yang terkenal akan bunga sakura (cherry blossom). Bunga ini bermekaran menyebar di kota Tokyo, Nagasaki, Kyoto dan Osaka. Wilayah pedesaan di Jepang bertambah menjadi cantik apabila bunga ini bermekaran. Akan menyenangkan bila berwisata ke Jepang pada saat bunga ini bermekaran.

Pergantian musim di Jepang diwarnai dengan keindahan bunga sakura yang mulai menampakkan diri di musim semi. Di taman Ueno Tokyo, jika bunga sakura mulai bermunculan, selalu membuat orang-orang Jepang dan orang-orang asing ingin datang dan berbondong-bondong untuk melihat pesona keindahan bunga Sakura tersebut. Mereka seperti tidak mau melewatkan momen yang bagus itu, karena hanya ada setiap tahun sekali yaitu pada saat musim semi (haru). Di saat itu cuacanya sangat stabil dan suhunya pun relatif stabil sehingga menjadi hangat dan pas buat berwisata.
Bunga nan anggun itu merupakan simbol negara matahari terbit, dijadikan sebagai bunga nasional Jepang yang mekar sekitar awal April hingga akhir Mei. Selain itu bunga sakura juga diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, serta juga merupakan simbol untuk mengekspresikan ikatan antar manusia, keberanian, kesedihan,dan kegembiraan.

Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal.
Di Jepang, mekarnya sakura jenis Someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April. Lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat liburan Golden Week. Salah satu tempat yang paling banyak terdapat pohon bunga sakura dan lebih banyak tumbuh adalah di Ueno Park (Taman Ueno) Tokyo.

Taman Ueno selalu dipadati oleh pengunjung karena selain didalamnya ada banyak sekali patung Budha, kuil dan bangunan-banguan bersejarah lainnya seperti museum nasional, museum seni, di sebelah timur juga terdapat kebun binatang yang sangat luas. Apalagi pada saat-saat seperti ini, Taman Ueno menjadi tempat paling favorit di Tokyo, karena bunga Sakura yang menyelimuti taman dan menghiasai ruas-ruas jalan serta tepi danau. Sangat indah dan menawan.

Taman Ueno berada di kawasan Ueno distrik Taito-ku, Tokyo Jepang. Tepatnya, berada di atas stasiun Ueno Keisei, serta dekat sekali dengan Pasar Ueno dan pusat elektronik Akihabara. Karena letaknya yang sangat strategis dan mudah dijangkau semua jenis transpotasi, membuat lebih banyak orang yang berkunjung ke tempat ini.

Taman Ueno bermula dari sebuah kuil bernama Kan’ei-ji yang dibangun pada zaman Edo oleh shogun ke-3 Tokugawa Iemitsu. Kuil tersebut dibangun untuk menyegel kekuatan jahat dari timur laut yang dipercaya sebagai mata angin sial. Semasa Perang Boshin, bangunan Kan’ei-ji habis terbakar setelah dipakai sebagai benteng pertahanan kelompok prajurit pendukung keshogunan yang disebut Shōgitai.

0 komentar:

Poskan Komentar

Next Prev
▲Top▲